dan tuntas. (hanya mereka yang memang mencoba mencari-cari cela agar ada ijin makan darah saja yang menganggap masalah ini masih dapat diperdebatkan – sampai-sampai harus “membajak” ayat I Korintus 6:12 segala). Itu adalah perintah final. Apa yang melatarbelakangi perintah rasul ini?
Ulangan 12
12:23 Tetapi jagalah baik-baik, supaya jangan engkau memakan darahnya, sebab darah ialah nyawa, maka janganlah engkau memakan nyawa bersama-sama dengan daging.
12:24 Janganlah engkau memakannya; engkau harus mencurahkannya ke bumi seperti air.
12:25 Janganlah engkau memakannya, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, apabila engkau melakukan apa yang benar di mata TUHAN.
Karena itu Saudara, pada saat muncul ayat I Korintus 6:12 janganlah Saudara beranggapan bahwa itu adalah legalitas buat Saudara untuk kembali makan darah. Ayat ini jangan lagi diartikan dalam hal makanan. Pengertian Saudara akan jelas pada saat Saudara membaca Alkitab dalam bahasa Indonesia sehari-hari.
Tentang segala yang halal itu sendiri hendaknya kita tidak rancuh dalam memahaminya. Dengan hikmatNya, perintah Tuhan dapat kita mengerti, dan itu tidak berubah. Perintah itu akan tetap berlaku sampai selamanya. Kalau sekarang ini kita tidak lagi mengikuti semua tuntutan hukum taurat, itu bukan berarti perintah Tuhan sudah dibatalkan, tetapi itu semua semata-mata karena kita hidup di bawah kasih karunia keselamatan yang kita dapatkan dari Yesus Kristus.
